Bagi Gen Z, komponen sehat sekarang ngga cuma, dia sehat secara tubuh, tapi gimana mental juga tetap terjaga. Di tengah banyaknya tuntutan dan mimpi-mimpi yang harus dicapai, Gen Z punya banyak cara biar tetap terjaga, Work Life Balance kalo katanya.

Menjaga kesehatan mental sebagai Gen Z sebenarnya bisa dimulai dengan mengatur hubungan dengan teknologi melalui digital detox yang realistis. Kamu nggak perlu menghilang total dari internet, cukup dengan berani mematikan notifikasi yang nggak penting atau mengaktifkan mode Do Not Disturb saat kamu butuh ketenangan, supaya duniamu nggak terus-menerus diatur oleh bunyi ping di HP.

Hindari juga kebiasaan doomscrolling yang cuma bikin cemas, karena sangat penting untuk menyadari bahwa apa yang kamu lihat di media sosial hanyalah “panggung” orang lain, bukan realitas hidup mereka yang sebenarnya. Jadi, jangan biarkan pencapaian orang lain membuatmu merasa tertinggal, dan jangan ragu untuk mute atau unfollow akun yang bikin kamu merasa tidak cukup.

Memasang Batasan dan Menghargai Diri Sendiri

Selain itu, kewarasanmu juga sangat bergantung pada kemampuanmu dalam memasang batasan atau setting boundaries. Belajarlah untuk berkata “enggak” tanpa rasa bersalah, baik itu ajakan nongkrong saat kamu lagi capek atau tuntutan pekerjaan yang sudah di luar jam batas normal, karena mengakui kapasitas diri itu adalah bentuk kekuatan, bukan kelemahan.

Cobalah juga untuk lebih sering merayakan kemenangan kecil dalam hidupmu. Kamu nggak perlu menunggu pencapaian besar untuk merasa bahagia; berhasil bangun tepat waktu, membereskan tempat tidur, atau sekadar bisa mandi dengan tenang adalah progres yang patut diapresiasi. Dengan menghargai langkah-langkah kecil ini, kamu sedang melatih otakmu untuk melihat bahwa hidupmu tetap berharga, apa pun yang sedang terjadi di luar sana.

Mengelola Overthinking dan Burnout

Kemudian, saat kamu mulai merasa overthinking dan pikiran rasanya penuh banget, cobalah untuk melakukan brain dump, tumpahkan semua ketakutan atau beban yang ada di kepala ke dalam tulisan, entah itu di kertas atau notes HP, sampai otakmu terasa benar-benar kosong. Kalau rasa penatnya sudah berubah jadi burnout, coba deh ambil waktu 10 menit saja untuk jalan kaki tanpa dengerin lagu atau podcast; cukup rasakan angin dan lihat pemandangan di sekitar supaya otakmu bisa kembali membumi.

Saat Merasa Gagal dan Butuh Istirahat

Di saat kamu merasa gagal atau merasa “tertinggal” dari orang lain, coba tarik napas dalam dan ingat kembali satu saja hal baik yang sudah kamu lakukan minggu ini, sekecil apa pun itu, karena kamu layak untuk diapresiasi oleh dirimu sendiri. Dan yang paling penting, kalau mental sudah terasa sangat lelah, jangan dipaksa untuk terus produktif. Terkadang, solusi terbaik dari masalah yang terasa berat hanyalah tidur lebih awal. Karena seringkali, masalah jadi terlihat berkali-kali lipat lebih besar hanya karena tubuh dan pikiran kita memang butuh istirahat total untuk memulihkan energinya.

Terakhir, pesan singkat untuk semua Gen Z, Kamu nggak harus selalu punya rencana besar. Kamu nggak harus selalu terlihat “berhasil”. Kadang, cukup dengan bertahan dan tetap berbuat baik sama diri sendiri di hari yang berat, itu sudah lebih dari cukup. Good Luck ^^ – Asma